Evaluasi Penegakan Hukum Kasus-Kasus Korupsi

”21 KASUS TIDAK JELAS, 5 KASUS BEBAS :
KINERJA APARAT PENEGAK HUKUM SANGAT MENGECEWAKAN”

Sebagaimana layaknya langit Sumatera Barat yang senantiasa mendung bahkan cenderung selalu dilanda hujan di akhir tahun 2006 ini, iklim penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi di Sumatera Barat sepanjang tahun ini terlihat tidak menggembirakan bahkan cenderung sangat mengecewakan. Berdasarkan catatan Forum Peduli Sumatera Barat yang dirangkum dari pemberitaan media massa dan sumber-sumber lainnya sepanjang tahun 2006 didapat gambaran sebagai berikut :

1. Sampai Desember 2006 terdapat 49 kasus korupsi di Sumatera Barat dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp 91,65 Milyar.
2. Dari 49 kasus tersebut, 11 kasus adalah kasus-kasus dengan pelaku dari kalangan legislatif (anggota DPRD propinsi,kabupaten dan kota). Selebihnya tindak pidana korupsi dilakukan oleh kalangan eksekutif daerah (kepala daerah, kepala dinas,pejabat daerah dan pegawai negeri sipil lainnya) dan kalangan pengusaha yang bermitra dengan pemerintah daerah
3. Dari kasus tersebut, 21 kasus tidak jelas penanganannya, 10 kasus masih dalam tahap penyelidikan/penyidikan,7 kasus masih dalam pemeriksaan pengadilan tingkat pertama, 4 kasus divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri, 5 kasus divonis bebas, dan baru 1 kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
4. Dari keseluruhan kasus yang divonis bersalah, semuanya divonis dibawah lima tahun dan tidak ada satupun divonis di atas lima tahun.
5. Dari 11 kasus menyangkut DPRD, 6 kasus berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) No. 110 tahun 2000 dan 5 kasus tidak berkaitan dengan PP 110 tahun 2000.
6. Dari 6 kasus yang berkaitan dengan PP No.110 tahun 2000, 5 kasus adalah kasus dengan tindak pidana yang dilakukan sebelum dinyatakan tidak berlakunya PP No.110 tahun 2000 (27 Maret 2003) dan hanya 1 kasus yang kemungkinan dilakukan setelah 27 Maret 2003.

Kesimpulan
Berdasarkan gambaran tersebut di atas dapat dinilai dan disimpulkan :
1. Kinerja aparat penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaaan dan Pengadilan) selama tahun 2006 dalam penegakan hukum kasus-kasus korupsi sangat mengecewakan.
2. Dari besarnya kasus yang tidak jelas penanganannya (21 kasus) dan masih berkutat pada tahap penyelidikan dan penyidikan (10 kasus) mengindikasi rendahnya komitmen dan profesionalitas Kepolisian dan Kejaksaan dalam menjalankan tugasnya menangani kasus-kasus korupsi.
3. Dari sedikitnya kasus yang divonis bersalah dan rendahnya hukuman (4 kasus) dan cenderung lebih besar kasus yang divonis bebas (5 kasus) paling tidak mengindikasikan rendahnya komitmen hakim yang bekerja pada sebagian besar pengadilan negeri di Sumatera Barat sekaligus menunjukkan adanya perbedaan persepsi dan pemahaman antara Kejaksaan dengan Pengadilan dalam menangani kasus-kasus korupsi
4. Khusus berkaitan dengan kasus-kasus korupsi di kalangan legislatif, nampak dengan jelas bahwa tidak ada alasan hukum yang kuat untuk tidak segera memproses kasus-kasus korupsi di kalangan legislatif daerah. Karena dari 11 kasus yang ada hanya 6 yang berkaitan dengan PP No.110 tahun 2000 dan itupun hanya 1 kasus yang semestinya tidak diproses karena kemungkinan dilakukan dilakukan setelah dinyatakan tidak berlakunya PP No.110 tahun 2000

Rekomendasi
1. Menuntut aparat penegak hukum terutama pihak Kejaksaan agar memperkuat komitmen, memperbaiki kinerja dan meningkatkan profesionalitas dalam menangani kasus-kasus korupsi di Sumatera Barat karena itulah salah satu jalan utama dalam mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa dan mendapatkan kepercayaan penuh dari rakyat, kalau tidak dikuatirkan tingkat ketidak pedulian dan sikap antipati rakyat terhadap penyelenggara daerah termasuk terhadap aparat penegak hukum akan mencapai titik nadir.
2. Menuntut seluruh aparat penegak hukum membangun persepsi yang sama dalam menentukan prioritas penanganan kasus terutama kasus-kasus yang telah menyebabkan kerugian negara relatif besar dan memiliki dampak kuat terhadap tingkat kepercayaan rakyat terhadap penyelenggara negara. Kasus-kasus yang perlu segera dipercepat penanganan dan pengungkapannya diantaranya :

• Dugaan Korupsi yang melibatkan mantan Gubernur Zainal Bakar dalam kasus korupsi APBD Sumbar tahun 2002 yang sampai saat ini tidak jelas statusnya
• Dugaan Korupsi penyalahgunaan pajak penghasilan (PPH) pegawai di pemerintah kabupaten Padang Pariaman tahun 2000-2001 yang sampat saat ini belum juga jelas tersangkanya
• Dugaan Korupsi bagi-bagi dana deposito APBD tahun 2000-2004 di Pemda Tanah Datar yang sampai saat ini belum jelas tersangkanya
• Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Sapi di Kabupaten sawahlunto/Sijujnjung tahun 2004 yang sampai saat ini tidak jelas penangannnya
• Dugaan korupsi di PT Semen Padang yang sampai saat ini belum jelas penanganannya sekalipun telah dilaporkan ke Kejaksaan Agung
• Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Rumah Relokasi Longsor Gates, Padang
• Dugaan Korupsi Pengadaan 250 unit komputer di kabupaten Pasaman yang sampai saat ini masih dalam tahap penyidikan
• Dugaan Korupsi APBD yang melibatkan kalangan legislatif daerah khususnya yang melibatkan pimpinan dan anggota DPRD periode 1999-2004 di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh yang sejak tahun 2004 menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Muchtar Arifin (ketika itu) telah memasuki tahap penyelidikan/penyidikan.

3. Menghimbau peran serta masyarakat dalam mengawasi penanganan kasus-kasus korupsi oleh aparat penegak hukum terutama kasus-kasus yang menyebabkan kerugian negara relatif besar dan berdampak kuat bagi kepentingan masyarakat.

Padang, 5 Januari 2007
TTD
Forum Peduli Sumatera Barat (FPSB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: